quid pro quo

gelas kaca transparan setengah terisi. kopi dari koordinat timur itu, jauh sana memang. memberi itu ketukan-ketukan ritmis di kepala. atau kabut putih tipis menyenangkan. tahan. menghembus itu haram. ini perintah bunda. coba saja kekang nanti pun terkekeh geli. kabut putih yang bukan tipis. mudah menyeruak seperti sejumput cider apel di pagi hari tepi pangkal papilla. bercecer bercak phthalocyanine olive drab mantis. kali ini harlequin absen, dia artifisial. silahkan menghembus. ini diperbolehkan. anak lelaki bersweater rajut warna tembaga. dengan cawan absinthe di tangan kiri, kita warnai kota ini dengan api. adakah mengawang hingga kapan? aku tidak melempar acuh. aku pun.

This item was posted on Sunday, October 23rd, 2011 with Notes
Photobucket INDIRA LARASATI DEWI/18/INDONESIA whimsical writer | peculiar photographer | front-seat singer | rain worshipper | monochromatic monster|

deviantart | last.fm | twitter | formspring
|visual chaos|

Free Web Site Counter