tersudut oleh satu rasa duniawi bernama kantuk. lalu seakan dunia bertempur di dasar kepala seorang pengidap insomnia. menderu-deru. mata terkantuk terantuk tapi pikiran merajuk ingin tetap terjaga. menghimpun tenaga. untuk berkonfrontasi dengan nurani. melawan diri mengubur emosi.
aku dengar perkataan sang insomniak hipokrit.
“tidur hanya untuk yang lemah. yang terjajah.”
kontradiksi batin dan kata-kata. tidak layak dipercaya. tak lama ia terlelap dalam selubung keapatisan. enggan melawan. terlalu banyak saran. bohong. itu doktrin namanya bukan saran. yang apatis bertahan. sekedar jadi simpatisan. yang bertempur terus menggempur bukan dengan logam panas siapledak. bukan. melainkan dengan sekomplotan pertanyaan retorikal bermata dua. jawab dan kau mati tak menjawab kau dihabisi.
membuat senjata dari kata-kata rasanya munafik juga. mungkin ternyata aku lah sang insomniak hipokrit yang menulis dalam tidurnya. yang mengigau dalam lelapnya. yang berkata dalam mimpinya.
“tidur hanya untuk yang lemah. hanya untuk yang terjajah. untuk yang lengah.”
greaaaaat! =))